Archive for Mei 15, 2009

Mengenal Muhammadiyah Lebih Dekat

Menilik kembali studi kemuhammadiyahan dari aspek historis, organisatoris dan ideologis.

Oleh: Nayif Fairuza*

Sejak didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada tahun 1912, Muhammadiyah terus berkembang begitu pesatnya hingga kini. Hal tersebut bisa kita jumpai mulai dari berbagai kajian dari tingkat ranting hingga tingkat pusat, juga adanya berbagai amal usaha, lembaga-lembaga, ortom-ortom yang bernaung di bawah organisasi yang usianya hampir satu abad ini telah menyebar di seluruh pelosok tanah air.
Tidak begitu banyak yang bisa penulis sajikan dalam kesempatan kali ini, hanya selayang pandang Muhammadiyah yang ditinjau melalui aspek histori, organisasi dan ideologi.
Masih terbersit dalam ingatan penulis ketika masih sekolah di Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogkarta. Semasa masih duduk di bangku tsanawiyah, tiga aspek inilah yang diajarkan dalam meteri kemuhammadiyah sebagai langkah awal untuk mengenal Muhammadiyah.

Aspek Historis
Muhammadiyah didirikan di kampung kauman Yogyakarta pada 8 Dzulhijjah 1330 H bertepatan dengan 18 November 1912 M oleh KH. Ahmad Dahlan. Muhammadiyah sendiri dikenal sebagai salah satu gerakan yang menghembuskan nilai-nilai tajdid (pembaruan) pemikiran Islam juga bergerak di berbagai bidang kehidupan umat. Nama Muhammadiyah sendiri diambil dari nama Nabiyullah Muhammad –shalllahu ‘alaihi wasallam- dan ditambah dengan “ya’ nisbah”. Maksudnya secara perseorangan, siapa saja yang menjadi warga dan anggota Muhammadiyah dapat menyesuaikan dengan pribadi Nabi Muhammad –shallahu ‘alaihi wasallam-.
Dari beberapa sumber yang penulis dapatkan, ada beberapa hal yang melatar belakangi berdirinya Muhammadiyah, antara lain: (a) sosok seorang Muhammad Darwis (nama kecil KH. Ahmad Dahlan) itu sendiri; sejak kecil beliau memang telah dikenal sebagai seorang yang cerdas dan mempunyai nilai spiritual yang tinggi. Hal itu tercermin ketika beliau dengan tegas dan berani membenarkan arah kiblat yang tadinya menghadap kearah barat, juga ketika beliau sempat berguru kepada kyai-kyai yang ada di tanah Jawa untuk menuntut ilmu, (b) situasi negara Indonesia yang masih berada dalam masa pemerintahan kolonial Belanda; faktor yang satu ini juga tak bisa dipungkiri untuk menjadi salah satu faktor terpenting dalam kacamata historis kelahiran Muhammadiyah. Sudah sangat mafhum jika suatu penjajah masuk selain menjajah tentunya ingin memasukkan budaya-budaya mereka juga, tak terkecuali tujuan utama mereka yaitu gold (emas), glory (kemenangan) dan gospel (agama). Tidak hanya itu, perlu diketahui bersama bahwasanya mayoritas yang memperjuangan dalam memperebutkan kemerdekaan adalah umat Islam, dalam hal ini Muhammmadiyah sebagai organisasi Islam tentunya terdorong untuk mewujudkan hal tersebut, (c) realitas sosio-agama di Indonesia; jika kita mengkaji sifat dakwah Muhammadiyah tentunya akan kita temukan dua hal, yang pertama kedalam dan yang kedua keluar. Maksud dari yang pertama adalah dakwah kepada umat Islam itu sendiri. (lagi…)

Mei 15, 2009 at 4:44 pm Tinggalkan Komentar


Alamat Kami

International Islamic Call College P.O.Box 3369 Tripoli Libya Telp: - (+218) 0928726451 - (+218) 0927318249 E-mail: pcim_libya@yahoo.com

Kalender

Mei 2009
S M S S R K J
« Apr   Jun »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

INFO EMDE TERBARU

Tulisan Terkini


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.