Archive for Mei 25, 2009
Manajemen Waktu
By: Lee_cha
Mengatur waktu atau time management sangat penting, apalagi kita menyadari bahwa waktu kita sangat terbatas. Jangan sampai waktu terbuang sia-sia. Sudahkah kita berpikir untuk memenej waktu?
Setiap manusia pasti mempunyai banyak waktu luang, hanya saja mereka tidak menyadari akan hal itu, terutama pada waktu – waktu yang sangat berharga. Diantaranya seperti selesai sholat subuh, antara adzan dan iqomah dan waktu sepertiga malam terakhir.
Contoh, waktu yang terbuang sia-sia misalnya antara adzan dan iqomah. Bila dihitung rentang waktunya mulai dari shalat dhuhur, asar, isya, dan subuh adalah sekitar 15 menit dikalikan dengan 4 ( waktu dhuhur, asar, isya, dan subuh), hasilnya 60 menit atau 1 jam. Alangkah bagusnya jika digunakan untuk menghafal Al-Qur’an atau mengkajinya dengan muroja’ah. Lain halnya dengan waktu sholat Maghrib, disini tidak ada waktu lagi untuk menghafal karena jaraknya sangat pendek*
Coba renungkan, kebanyakan umur manusia di zaman sekarang ini paling lama sekitar 80 tahun. Untuk apakah umur sepanjang itu? Apakah pantas jika digunakan untuk berfoya-foya, mengejar duniawi baik berupa kekayaan, pangkat, jabatan, atau yang lebih besar lagi agar terlihat lebih unggul dibandingkan yang lain? Padahal semua itu akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat kelak. Untuk itu kita harus sadar dan ingat bahwa hidup tidak hanya mengejar materi. Hidup hanya sekali maka haruslah berarti, bermanfaat dunia dan akhirat.
Jika kita meninjau lebih dalam, kita dapat melihat bahwa sebenarnya pengaturan waktu itu adalah manajemen diri. Oleh sebab itu, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah membiasakan diri mengontrol waktu. Karena dengan kebiasaan itu disiplin dalam diri kita akan muncul tanpa disadari. (lagi…)
Pergi
Berita itu datang membawa kabar
Bagai petir yang menyambar
Membuat hati terus berdebar
Bergejolak tanpa sadar
Membawa angan terus berlayar
Berputar tanpa sadar
Berjuta rasa yang kurasa
Sampai raga tak berdaya
Menahan sesak dalam dada
Saat kutahu kau tiada
Pergi ke arah sana
Hanya tanya yang menerpa
Menyelimuti alam dada
Kau permata yang kupunya
Kenapa harus tiada
Kau permata tanpa noda
Kenapa harus pergi
Meninggalkan ku sendiri
Menyepi tanpa arti
Dalam ruang penuh duri
Kini kusadari
Tak ada yang abadi
Walau lama ku berdiri
Namun pasti ku kan pergi
R i z k i A z m i
Umar Mukhtar; Satu diantara Pahlawan Islam di era Penjajahan
Umar Mukhtar lahir pada tahun 1861. Tidak diketahui tanggal pastinya. Ketika remaja ia memasuki tarekat Sanusiyah dan menjadi sufi. Tarekat Sanusiyah adalah tarekat yang unik. Tarekat ini tidak meninggalkan dunia akan tetapi sangat peduli pada persoalan dunia. Tarekat ini sering berperang melawan ketidakadilan. Tarekat ini juga memperkuatkan ekonomi anggotanya.
Agaknya tarekat ini sesuai dengan do’a Abu Bakar Shidiq RA seorang sahabat utama Rasulullah SAW. Bunyi doa Abu Bakar adalah, “Ya Allah! Jadikanlah dunia ini di tangan kami! Bukan di hati kami!”. Tarekat ini didirikan oleh Muhammad bin Ali As Sanusi Al Idrisi (bukan Muhammad Idris As Sanusi, raja Libya yang lalim). Tarekat ini menyebar luas sampai ke Mesir, Sudan, Chad, Maroko, Aljazair, dan Tunisia. Muhammad bin Ali As Sanusi Al Idrisi inipun kemudian menjadi raja di Cyrenaica, salah satu wilayah di Libya (keturunannya nantinya menjadi raja di seluruh Libya) di bawah Khilafah Turki Usmaniyah.
Beliaupun berhasil membuat sejahtera rakyat Cyrenaica. Sungguh sufi yang unik! Sufi yang tidak beruzlah meninggalkan dunia melainkan membangun dunia untuk kemakmuran dan kesejahteraan umat manusia, sambil tetap hidup zuhud. Umar Mukhtarpun menjadi anggota tarekat ini. Umar Mukhtar mengikuti Tarekat ini sampai ia meninggal. Ketika dewasa sambil melaksanakan ajaran-ajaran tarekat beliau pun menjadi pengajar ilmu tasawuf dan juga ilmu fiqh di sebuah sekolah Islam di Libya. (lagi…)
