AD/ART

DRAFT
PEDOMAN PELAKSANAAN TEKNIS (PPT)
PIMPINAN CABANG ISTIMEWA MUHAMMADIYAH (PCIM)
TRIPOLI-LIBYA
(PENGGANTI AD/ART)

MUQADDIMAH
Muhammadiyah adalah sebuah organisasi amar ma’ruf nahi munkar yang sangat concern kepada pendidikan dan peningkatan kesejahteraan umat. Sepanjang sejarahnya, peran dan kontribusi Muhammadiyah dalam berupaya mencerdaskan dan mensejahterakan bangsa, menjadi bukti peran strategis persyarikatan ini. Hal ini terbukti dengan didirikannya berbagai lembaga pendidikan oleh Muhammadiyah, baik formal maupun non-formal, dari jenjang yang paling rendah sampai yang paling tinggi.
Dalam perkembangannya, Muhammadiyah sangat perlu mempersiapkan kader yang cerdas dan saleh untuk meneruskan cita-cita perjuangan persyarikatan. Kader-kader Muhammadiyah tersebut, saat ini dididik dan dipersiapkan di berbagai lembaga, baik di dalam maupun di luar negeri.
Saat ini, Libya adalah salah satu kantong tempat berkumpulnya beberapa kader Muhammadiyah yang secara khusus mendalami ilmu syar’i (Tafaqquh Fiddin). Sebagai kader persyarikatan, mereka harus dibina dan dimotivasi untuk senantiasa meningkatkan kulaitas keilmuan mereka, sehingga pada saatnya nati mereka menajdi kader yang tangguh dan sangup meneruskan cita-cita persyarikatan.
Pembinaan kader tersebut harus dilakukan secara sistematis dan terorgansiaisr dengan baik. Oleh sebab itu, untuk mewadahi pembinaan serta pengembangan potensi kader persyarikatan di Libya tersebut, maka dibentuklah (Ikatan Keluarga Muhammadiyah) Libya, yang tak berselang beberapa bulan kemudian berubah statusnya menjadi PCIM Libya, setelah ditetapkan oleh PP Muhammadiyah di Yogyakarta.
Maka dalam menjalankan roda perorganisasiannya, PCIM Libya berpatokan kepada Pedoman Pelaksanaan Teknis (PPT) sebagai berikut:

BAB I
KETENTUAN UMUM

Istilah Dan Singkatan

Pasal 1
Yang dimaksud dengan:
PCIM adalah: Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah
MUSCAB Istimewa adalah permusyawaratan tertinggi di lingkungan PCIM
MT adalah Musyawarah Tahunan
MUSCAB LB adalah Musyawarah Cabang Luar Biasa
Majelis adalah unsur pembantu pimpinan yang diserahi tugas-tugas untuk menyelenggarakan program-program
LO adalah Lembaga Otonom

BAB II
NAMA, TEMPAT, WAKTU

Pasal 2
1. Organisasi ini bernama: Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Libya, disingkat PCIM-Libya, yang ditetapkan pada tanggal 2 Jumadil Ula 1428 H / 19 Mei 2007 M, di Yogyakarta
2. PCIM-Libya adalah perwakilan PP Muhammadiyah di Libya dan bertempat di Tripoli, Libya

BAB III
SIFAT, TUGAS, FUNGSI

Pasal 3
PCIM-Libya bersifat akademis, kekeluargaan dan demokratis

Pasal 4
PCIM-Libya bertugas:
Menetapkan dan memutuskan kebijakan organisasi berdasarkan:
Kebijakan Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Seluruh permusyawaratan yang terdapat di PCIM
Melaksanakan ketetapan dan keputusan tersebut, memimpin dan mengendalikan pelaksanaan kebijakan.
Membina Kader Muhammadiyah di Libya

Pasal 5
PCIM-Libya berfungsi sebagai:
Wadah pembinaan kader persyarikatan di Libya
Perekat ukhuwah seluruh kader di Libya
Sebagai Transformator dan mediator Persyarikatan dengan dunia internasional.

Bab IV
Landasan, Tujuan dan Usaha

Pasal 6
Landasan
PCIM-Libya berlandaskan pada keputusan PP Muhammadiyah

Pasal 7
Tujuan
PCIM-Libya bertujuan untuk:
Membentuk kader persyarikatan yang berwawasan keislaman luas dan berakhlak mulia, dalam rangka mencapai tujuan Persyarikatan Muhammadiyah.
Mengorganisir seluruh kegiatan kader Muhammadiyah di Libya

Pasal 8
Untuk mencapai tujuan tersebut, PCIM-Libya berusaha:
Memotivasi dan membimbing seluruh anggota untuk bersama-sama mengembangkan SDM dan memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang keislaman.
Mengembangkan dan meningkatkan kualitas SDM anggota, melalui: berbagai diskusi, seminar, penelitian, pengajian, penulisan karya ilmiah, penerbitan dan lain-lain.
Menjalin kemitraan dengan berbagai organisasi atau lembaga Islam, baik yang berada di Indonesia ataupun di Libya.

BAB V
PIMPINAN CABANG ISTIMEWA MUHAMMADIYAH (PCIM)

Pasal 9
Susunan Organisasi
PCIM-Libya terdiri dari:
Dewan Penasehat
Dewan Pimpinan
Majelis
LO (Lembaga Otonom)

Pasal 10
Dewan Penasehat
Dewan Penasehat adalah para tokoh senior atau anggota yang berpengaruh di lingkungan masyarakat Muhammadiyah, baik yang berada di Libya maupun Indonesia
Dewan Penasehat diangkat melalui MUSCAB dan atau MT, dengan jumlah yang disepakati peserta
Dewan Penasehat berhak memberikan nasehat, saran dan pengarahan serta memberikan kontribusi lainnya yang dibutuhkan

Pasal 11
Dewan Pimpinan
Dewan pimpinan dipimpin oleh seorang ketua umum yang dipilih secara langung oleh anggota dalam MUSCAB Istimewa
Syarat-syarat calon ketua :
a. Anggota Biasa atau anggota luar biasa
b. Taat mengamalkan ajaran Islam.
c. Setia kepada prinsip-prinsip dasar perjuangan Persyarikatan Muhammadiyah dan PCIM-Libya
d. Dapat menjadi teladan dalam PCIM-Libya
e. Taat kepada garis besar kebijakan PCIM
f. Memiliki kecakapan dan mampu menjalankan tugasnya.
g. Telah menjadi anggota sekurang-kurangnya dua (2) tahun.
h. Tidak merangkap jabatan dalam organisasi politik ataupun organisasi lainnya.
3. Dewan pengurus, sekurang-kurangnya terdiri dari: ketua, sekretaris, bendahara, para Koordinator Majelis
4. Seluruh personalia pengurus tersebut, diangkat oleh ketua dan dikonsultasikan kepada Dewan Penasehat atau tim formatur
5. Ketua, sekretaris dan bendahara —jika memungkinkan— harus menetap di Sekretariat .
6. Seluruh personalia pengurus yang telah diangkat tersebut, diajukan kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk disahkan.
7. Selama menunggu proses pengesahan atau ketetapan dari Pimpinan Pusat Muhammdiyah tersebut, seluruh personalia pengurus dapat menjalankan tugas-tugasnya atas tanggungjawab Ketua .
8. Masa Jabatan pengurus adalah 2 (dua) tahun
9. Jabatan Ketua dapat diduduki oleh orang yang sama, maksimal dua periode kepengurusan (jika berturut-turut) .
10. Jika dianggap perlu, Dewan Pengurus dapat mengangkat pihak-pihak tertentu sebagai konsultan (mustasyar)
11. Jika ketua dinyatakan berhenti sebelum masa jabatannya berakhir, maka dapat mengusulkan calon pengganti ketua kepada Musyawarah Cabang Luar Biasa, untuk ditetapkan dan dimintakan pengesahannya kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
12. Selama menunggu proses pengesahan/ketetapan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ketua dijabat oleh sekretaris .

Pasal 12
Majelis
Majelis yang terdapat di PCIM-Libya sekurang-kurangnya terdiri dari:
a. Majelis Pendidikan dan Tarjih
b. Majelis Informasi dan Komunikasi
2. Dalam menjalankan misi serta programnya, seluruh majelis dibantu oleh anggota yang terdapat di lingkungan PCIM-Libya

Pasal 13
Lembaga Otonom
Pedoman kerja Lembaga Otonom disusun dan disahkan oleh PCIM-Libya
Lembaga Otonom yang berada di PCIM-Libya berkoordinasi dengan majelis yang bersangkutan
Pembentukan dan atau pembubaran Lembaga Otonom, dapat dilakukan oleh MUSCAB atau Musyawarah Pimpinan dan harus disetujui oleh Dewan Penasehat.

Pasal 14
Keanggotaan
1. Anggota terdiri dari:
a. Anggota Biasa. Yaitu, warga negara Indonesia yang berada di Libya, beragama Islam, menyetujui dan bersedia melaksanakan maksud dan tujuan PCIM-Libya
b. Anggota Luar biasa. Yaitu, warga asing yang berada di Libya, beragama Islam, menyetujui dan bersedia melaksanakan maksud dan tujuan PCIM-Libya
c. Anggota Kehormatan. Yaitu, pihak-pihak yang dianggap berjasa dan memberikan kontribusi kepada PCIM-Libya
2. Anggota biasa dan luar biasa mempunyai hak suara dan bicara
3. Anggota Kehormatan hanya memiliki hak bicara
4. Syarat keanggotaan PCIM-Libya diatur dalam aturan khusus yang dibuat dan disahkan oleh PCIM-Libya
5. Kewajiban Anggota antara lain:
a. Taat menjalankan ajaran Islam.
b. Menjaga nama baik dan setia kepada serta perjuangannya.
c. Berpegang teguh kepada kepribadian dan keyakinan dan cita cita hidup Muhammadiyah.
d. Taat kepada peraturan-peraturan , keputusan–keputusan musyawarah dan kebijakan-kebijakan PCIM-Libya
e. Mendukung dan mengindahkan kepentingan PCIM-Libya serta melaksanakan misi dan usahanya.
6. Hak Anggota antara lain:
a. Menyatakan pendapat.
b. Memilih dan dipilih
7. Anggota dinyatakan berhenti karena:
a. Meninggal dunia.
b. Atas permintaan sendiri.
c. Keputusan PCIM-Libya, karena melanggar disiplin organisasi dan merusak nama baik persyarikatan dan PCIM-Libya
8. Mekanisme permohonan menjadi anggota diatur dalam aturan khusus yang ditetapkan oleh Dewan Pimpinan PCIM-Libya

BAB VI
PERMUSYAWARATAN

Pasal 15
Musyawarah Cabang Istimewa
Musyawarah Cabang Istimewa ialah permusyawaratan tertinggi dalam organisasi PCIM-Libya
Peserta Musyawarah Cabang Istimewa terdiri dari:
a. Dewan Penasehat
b. Dewan Pimpinan
c. Pengurus Lembaga Otonom
d. Seluruh anggota
e. Undangan
3. Musyawarah Cabang Istimewa diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan PCIM-Libya setiap dua (2) tahun sekali
4. Agenda MUSCAB Istimewa terdiri dari:
a. Pembahasan PPT (Pedoman Pelaksanaan Teknis)
b. Laporan Pertanggungjawaban Dewan Pimpinan
c. Pembahasan rekomendasi
d. Pemilihan Ketua PCIM-Libya
e. Pemilihan Dewan Penasehat

Pasal 16
Musyawarah Tahunan
Musyawarah Tahunan adalah permusyawaratan tertinggi di lingkungan PCIM-Libya, di bawah Musyawarah Cabang Istimewa
Peserta Musyawarah Tahunan terdiri dari:
a. Penasehat PCIM-Libya
b. Pimpinan PCIM-Libya
c. Wakil Lembaga Otonom yang berada di lingkungan PCIM-Libya
d. Anggota PCIM-Libya.
Musyawarah Tahunan diadakan satu (1) kali selama masa jabatan Dewan Pimpinan.

Pasal 17
Musyawarah Cabang Luar Biasa
Musyawarah Cabang Luar Biasa dapat dilakukan sewaktu-waktu apabila dipandang perlu
Keputusan MUSCAB Luar Biasa sama dengan keputusan MUSCAB Istimewa
Musyawarah Cabang Luar Biasa dapat diajukan oleh Dewan Pimpinan, Dewan Penasehat atau anggota
Musyawarah Cabang Luar Biasa yang diusulkan oleh anggota, harus disetujui oleh 50 persen lebih satu dari anggota
Musyawarah Cabang Luar Biasa dapat membahas semua atau sebagian agenda MUSCAB, MT dan agenda lain yang dianggap mendesak, sebelum tibanya waktu pelasanaan MUSCAB atau MT.

Pasal 18
Rapat Kerja
Musyawarah Kerja ialah rapat yang diadakan untuk membahas program kerja organisasi.
Musyawarah Kerja tersebut, sekurang kurangnya diadakan dua (2) kali dalam satu periode.

Pasal 19
Quorum
Seluruh permusyawaratan dinyatakan sah apabila dihadiri oleh dua pertiga (2/3) angota yang berhak hadir.
Jika dua pertiga anggota belum hadir pada waktu yang ditentukan, maka permusyawaratan diskor selama 1X1 jam dan selanjutnya dapat dilaksanakan tanpa harus menunggu yang belum hadir.

Pasal 20
Keputusan
Seluruh keputusan permusyawaratan diambil dengan cara mufakat
Jika mufakat tidak dapat diambil., maka dapat diambil dengan cara pemungutan suara.

Pasal 21
Tata Tertib Permusyawaratan
Seluruh tata tertib permusyawaratan dibahas dan ditetapkan dahulu oleh peserta musyawarah

BAB VII
SUMBER KEUANGAN

Pasal 22
Keuangan PCIM-Libya diperoleh dari :
Bantuan Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Iuran Anggota
Zakat, infaq, sedekah, wakaf, wasiat dan hibah.
Sumber-sumber lain yang halal serta tidak mengikat.

BAB VIII
KETENTUAN LAIN DAB PENUTUP

Pasal 23
Pembubaran Organisasi
Pembubaran PCIM-Libya hanya dapat dilakukan dengan keputusan Musyawarah Cabang Istimewa atau Musyawarah Cabang Luar Biasa yang dihadiri sedikitnya tiga perempat (3/4) dari jumlah anggota, serta keputusannya sedikitnya diambil oleh sedikitnya tiga perempat (3/4) dari anggota yang hadir. Keputusan pembubaran tersebut harus mendapatkan persetujuan dari PP Muhammadiyah. Sesudah Organisasi dinyatakan bubar, segala hak miliknya menjadi milik Persyarikatan Muhammadiyah.

Pasal 24
Perubahan Pendoman Pelaksanaan Teknis (PPT)
PPT ini dapat diubah oleh Musyawarah Cabang Istimewa atau Musyawarah Cabang Luar Biasa. Perubahan PPT dianggap sah apabila diputuskan dengan suara sekurang-kurangnya dua pertiga (2/3) dari jumlah anggota musyawarah yang hadir.

Pasal 25
Penutup
Pendoman Pelaksanan Teknis (PPT) ini berlaku sejak tanggal disahkannya. Hal-hal yang belum tercantum akan diatur oleh Dewan Pimpinan dikemudian hari.

Tripoli, 12 Januari 2008 M


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: